Langsung ke konten utama

Yusril 'Cheng Ho' Ihza Mahendra dan Komunitas Blogger Bulan Bintang

Yusril Ihza Mahendra


BRIGADE HIZBULLAH PBB -- Film Laksamana Cheng Ho dan Misi Perdamaian “Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa”.

Dalam Blognya Bang Yusril mencantumkan gambar adegan syuting film admiral Zheng He yang dibintanginya, dalam uraiannya seperti yang ditampilkan dalam beberapa blog kawan blogger bang yusril, secara tersirat terungkap bahwa Film Laksamana Cheng Ho juga mengandung Misi Perdamaian yakni “Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa”.

“Sebagian Muslim Indonesia ada yang agak “benci” dengan etnis Cina di tanah air. Kebencian itu mungkin dipicu oleh politik kolonial Belanda yang membagi penduduk Hindia Belanda ke dalam tiga golongan, yakni Eropa, Timur Asing dan Inlander”.

Kelompok Timur Asing terbesar ialah etnis Cina. Mereka sengaja dijadikan sebagai kelompok “kelas menengah” yang mendapat dukungan untuk menguasai perdagangan. Oleh Belanda, etnis Cina dilarang tinggal di pemukiman Inlander. Untuk mereka disediakan lokasi khusus, yang kelak terkenal dengan sebutan Pecinan atau China Town.

Sebagian kebencian juga disebabkan adanya “pemihakan” oleh etnis Cina kepada Belanda, walau pernah juga etnis Cina memberontak di daerah Glodok, sehingga ribuan etnis Cina dibantai Belanda di abad 18. (baca selanjutnya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afghanistan dan Akses Pasar Global Melalui Laut

Pemerintahan IEA Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan menghadapi tantangan terbesar sejak pengambilalihan Kabul pada 2021, yakni keterisolasian geopolitik. Sebagai negara yang terkurung daratan, Afghanistan tidak memiliki jalur laut sendiri untuk perdagangan internasional. Kondisi ini membuat Afghanistan bergantung pada negara tetangga, terutama Pakistan dan Iran, dalam hal akses ekspor dan impor. Namun, hubungan yang dinamis dan penuh ketegangan dengan kedua negara itu membuat Kabul terus mengembangkan opsi baru. Salah satu kemungkinan yang mulai diperbincangkan adalah peluang Afghanistan masuk dalam orbit pakta pertahanan Saudi–Pakistan. Pakta tidak tertulis ini sejatinya sudah terjalin selama puluhan tahun. Pakistan sering mengirim pasukan untuk melatih militer Arab Saudi, sementara Saudi berkali-kali menyelamatkan perekonomian Pakistan dengan bantuan finansial besar. Kabul melihat celah bahwa jika mereka bisa menempatkan diri di dalam kerangka kerja ini, akses ke l...

BriHiz Dukung Pencalonan YIM Kembali Jadi Ketum PBB

FB Yusril Ihza Mahendra mendapat banyak dukungan untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang pada periode berikutnya. Dukungan itu muncul karena YIM dinilai mampu membawa PBB sebagai pemenang di #Pilpres2019 dengan mengusung Jokowi-Maruf Amin sesuai dengan amanat Rakornas 2019. Namun, beredar kabar angin bahwa YIM belum menyatakan kesediaannya untuk dipilih kembali. Informasi tersebut diungkapkan oleh politisi PBB, Novi Hariyadi di akun Facebooknya. "Sudah Saya Sampaikan Bahwa Sampai Saat Ini Bang YIM Belum Bersedia Maju Lagi Dalam Bursa Ketua Umum Pada Periode Selanjutnya...Beliau Bilang "Mau Istirahat"...Udah Capek Ngurusin Partai...," tulisnya. YIM memang pernah mengungkapkan hal tersebut di pertemuan Caleg DPR beberapa waktu lalu. Saat itu, politisi PBB, Yusran Ihza Mahendra yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa dirinya siap memimpin PBB di masa mendatang dengan bercanda biasanya setelah Yusril ada Yusran sesuai dengan kutipan aya...

Peluang Damai Abadi Usai Gempa Myanmar

Bencana alam yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 menyisakan luka mendalam di tengah situasi negara yang memang belum stabil. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo itu meluluhlantakkan wilayah sepanjang jalur patahan Sagaing, memporakporandakan ribuan rumah, sekolah, tempat ibadah, serta infrastruktur vital. Data resmi menyebutkan lebih dari 3.700 orang tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Di balik derita itu, junta militer Myanmar mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sementara hingga akhir Mei 2025. Langkah ini diklaim demi memfasilitasi proses bantuan kemanusiaan, rekonstruksi, serta membangun dasar bagi perdamaian yang lebih kokoh di negara yang sudah puluhan tahun dilanda konflik bersenjata antar etnis dan kelompok politik. Namun, sejarah Myanmar mencatat bahwa gencatan senjata sementara semacam ini bukan hal baru. Sebelumnya, perjanjian serupa sering dimanfaatkan pihak militer untuk sekadar meredam tekanan domestik dan internasional di tengah situasi kri...