Langsung ke konten utama

Berhasil Ujicoba Wahana Pendarat, Tiongkok Selangkah Lagi Menuju Mars

ilustrasi


BRIGADE HIZBULLAH PBB -- Pendarat Mars milik Tiongkok baru saja berhasil menyelesaikan tes publik pertamanya. Tes tersebut berupa penurunan spektakuler dari ketinggian 230 kaki ke lanskap pegunungan di utara Beijing, sebagaimana dilaporkan Futurism pada Kamis, 14 November 2019.

Pada awalnya, pendarat atau pesawat antariksa tanpa awak itu melayang sebelum perlahan-lahan turun dengan aman ke tanah di bawah. Aksi tersebut menguji salah satu bagian tersulit dalam mengirim pesawat ruang angkasa ke Planet Merah yakni melakukan pendaratan lunak sambil menghindari rintangan. Ini adalah prestasi yang hanya dicapai oleh Amerika Serikat (AS) sejauh ini.

"Simulasi ini adalah tonggak penting untuk pengembangan penyelidikan Mars," Wu Yanhua, Wakil Administrasi Luar Angkasa Nasional Tiongkok, mengatakan kepada wartawan, seperti dikutip oleh CNN.

Baik Tiongkok dan AS berencana untuk meluncurkan misi eksplorasi tanpa awak ke Mars tahun depan. NASA sendiri telah bekerja keras untuk menyelesaikan penjelajahan Mars 2020, yang diharapkan akan mengumpulkan sampel batuan dan membawanya kembali ke Bumi pada tahun 2021.

Tes ini merupakan pertanda lain bahwa Tiongkok adalah kekuatan yang harus diperhitungkan setelah negara tirai bambu itu berhasil mendaratkan wahana di sisi jauh Bulan. Selain itu, hal itu menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang bisa menumbuhkan tanaman di permukaan bulan juga.

Di sisi lain, Tiongkok juga merencanakan misi awak ke Bulan pada 2030-an. Akademi Teknologi Ruang Angkasa Tiongkok baru-baru ini memamerkan wahana antariksa generasi berikutnya yang suatu hari bisa membawa astronot Tiongkok ke bulan. Kalau misi tersebut berhasil, Tiongkok akan menjadi negara kedua setelah AS yang melakukannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aneh! Mesir Bantu LNA Libya, Netizen Malah Sibuk Romantisme Dinasti Firaun dan Utsmaniyah

Kampanye anti terorisme Libya yang dilaksanakan oleh pemerinatahan GNA Libya melawan milisi LNA Jenderal Haftar malah melebar kemana-mana. Secara politik GNA memang didukung oleh Turki, Qatar, NATO dll namun LNA juga didukung oleh Arab Saudi, UAE, Prancis, Rusia, Yunani dll. Namun usai Mesir mengerahkan pasukan ke perbatasan Libya untuk mendukung LNA, netizen di jagat Twitter malah sibuk dengan romantisisme Dinasti Firaun dengan Utsmaniyah Turki. Ada yang membandingkan peta luas wilayah yang pernah dikuasai oleh Firaun Mesir dengan peta Utsmaniyah. Namun ada juga yang menjelaskan perbandingan itu tidak sesuai konteks. Tapi seharusnya antara Utsmaniyah dengan Mamluk. Mamluk adalah Dinasti yang pernah berkuasa di Mesir dan pernah menghalau perluasan pasukan Mongol usai menduduki Baghdad. Namun secara darah, Mamluk sebenarnya adalah orang Turki juga yang bisa saja berasal dari berbagai ras. Lihat bernagai komentar netizen di sini: https://twitter.com/LNA2019M/status/1269685911

Riwayat Penerbit Bulan Bintang

Kantor Penerbit Bulan Bintang Berbeda dengan Al-Maarif, Penerbit Bulan Bintang sejak awal berdiri pada 1951 sudah mematenkan diri mempublikasikan buku-buku berkualitas dan ditujukan untuk kelas menengah ke atas. Penerbitan yang diinisiasi Haji Abdul Manaf El-Zamzami aliah Haji Amelz ini pada masa jayanya mampu menerbitkan 120 judul buku dalam setahun. Ketika Orde Baru mulai menguat, Bulan Bintang tetap berani menerbitkan karya-karya para tokoh Masyumi yang kritis kepada rezim seperti Hamka, Mohammad Natsir, Mohamad Roem, juga Profesor Harun Nasution (hlm. 164-165). Baca:  Kisah Penerbit Buku Legendaris Bulan Bintang Dan Amelz, Sang Pendiri Asal Aceh Kedua penerbit ini memudar kejayaannya kala memasuki dasawarsa 1980-an. Keduanya dibelit masalah manajerial dan tak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar perbukuan. Eksistensinya mulai tergerus oleh penerbit-penerbit buku Islam baru yang muncul dengan langgam berbeda. ( baca selanjutnya )

95 Persen Netizen tak Yakin Dirut Baru @Imanbr Bisa Buat @TVRINasional Lebih Baik dari @TRTWorld dan @AJEnglish

Iman Brotoseno, kader PDIP, terpilih menjadi Dirut TVRI. Ternyata tak semua netizen yakin dengan kemampuan pengganti Helmi Yahya tersebut. Dalam sebuah polling di Twitter, hampir 95 persen yakin TVRI tak mampu bangkit di bawah kepemimpinan dirut yang baru itu. Baca sumber: https://twitter.com/pbb2024/status/1266765928227717120?s=19