Langsung ke konten utama

#PartaiBulanBintang Raih Dua Kursi di DPRD Kab. Kupang di #Pileg2019

--FB--


BRIGADE HIZBULLAH PBB -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang secara resmi menetapkan 40 calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Kupang masa bakti 2019-2024. Dari total 4 daerah pemilihan (dapil) yang ada, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meraih 4 kursi, Gerindra meraih 3 kursi, PDIP (4), Golkar (5), NasDem (5), Perindo (2), PSI (1), PAN (4), Hanura (3), Demokrat (4), Partai Bulan Bintang (2) dan PKPI (3).

Pantauan POS KUPANG.COM di Aula Gereja Elim Naibonat, Senin (22/7/2019), rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Kupang dipimpin Ketua KPU, Elyaser Lomi Rihi didampingi anggota komisioner lainnya. Hadir pula Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Martony Reo, S.H dan anggota juga pimpinan parpol peserta pemilu.

Elyaser Lomi Rihi ketika membuka kegiatan ini sekitar Pukul 11.00 Wita, membacakan perolehan suara partai juga caleg per Dapil. Ada empat dapil di Kabupaten Kupang. Dari nama-nama caleg, yang lolos sebanyak 40 orang.

"Setelah selesai penetapan maka langkah kita berikutnya adalah mengirim nama-nama ke pemerintah Provinsi NTT untuk diteruskan ke Kemendagri. Selanjutnya kita menunggu SK Mendagri untuk pelantikan anggota Dewan terpilih," jelas Ely.

Menurut Ely, dari perolehan kursi untuk parpol, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meraih 4 kursi, Gerindra meraih 3 kursi, PDIP (4), Golkar (5), NasDem (5), Perindo (2), PSI (1), PAN (4), Hanura (3), Demokrat (4), Partai Bulan Bintang (2) dan PKPI (3). (baca selanjutnya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afghanistan dan Akses Pasar Global Melalui Laut

Pemerintahan IEA Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan menghadapi tantangan terbesar sejak pengambilalihan Kabul pada 2021, yakni keterisolasian geopolitik. Sebagai negara yang terkurung daratan, Afghanistan tidak memiliki jalur laut sendiri untuk perdagangan internasional. Kondisi ini membuat Afghanistan bergantung pada negara tetangga, terutama Pakistan dan Iran, dalam hal akses ekspor dan impor. Namun, hubungan yang dinamis dan penuh ketegangan dengan kedua negara itu membuat Kabul terus mengembangkan opsi baru. Salah satu kemungkinan yang mulai diperbincangkan adalah peluang Afghanistan masuk dalam orbit pakta pertahanan Saudi–Pakistan. Pakta tidak tertulis ini sejatinya sudah terjalin selama puluhan tahun. Pakistan sering mengirim pasukan untuk melatih militer Arab Saudi, sementara Saudi berkali-kali menyelamatkan perekonomian Pakistan dengan bantuan finansial besar. Kabul melihat celah bahwa jika mereka bisa menempatkan diri di dalam kerangka kerja ini, akses ke l...

BriHiz Dukung Pencalonan YIM Kembali Jadi Ketum PBB

FB Yusril Ihza Mahendra mendapat banyak dukungan untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang pada periode berikutnya. Dukungan itu muncul karena YIM dinilai mampu membawa PBB sebagai pemenang di #Pilpres2019 dengan mengusung Jokowi-Maruf Amin sesuai dengan amanat Rakornas 2019. Namun, beredar kabar angin bahwa YIM belum menyatakan kesediaannya untuk dipilih kembali. Informasi tersebut diungkapkan oleh politisi PBB, Novi Hariyadi di akun Facebooknya. "Sudah Saya Sampaikan Bahwa Sampai Saat Ini Bang YIM Belum Bersedia Maju Lagi Dalam Bursa Ketua Umum Pada Periode Selanjutnya...Beliau Bilang "Mau Istirahat"...Udah Capek Ngurusin Partai...," tulisnya. YIM memang pernah mengungkapkan hal tersebut di pertemuan Caleg DPR beberapa waktu lalu. Saat itu, politisi PBB, Yusran Ihza Mahendra yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa dirinya siap memimpin PBB di masa mendatang dengan bercanda biasanya setelah Yusril ada Yusran sesuai dengan kutipan aya...

Peluang Damai Abadi Usai Gempa Myanmar

Bencana alam yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 menyisakan luka mendalam di tengah situasi negara yang memang belum stabil. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo itu meluluhlantakkan wilayah sepanjang jalur patahan Sagaing, memporakporandakan ribuan rumah, sekolah, tempat ibadah, serta infrastruktur vital. Data resmi menyebutkan lebih dari 3.700 orang tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Di balik derita itu, junta militer Myanmar mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sementara hingga akhir Mei 2025. Langkah ini diklaim demi memfasilitasi proses bantuan kemanusiaan, rekonstruksi, serta membangun dasar bagi perdamaian yang lebih kokoh di negara yang sudah puluhan tahun dilanda konflik bersenjata antar etnis dan kelompok politik. Namun, sejarah Myanmar mencatat bahwa gencatan senjata sementara semacam ini bukan hal baru. Sebelumnya, perjanjian serupa sering dimanfaatkan pihak militer untuk sekadar meredam tekanan domestik dan internasional di tengah situasi kri...