Langsung ke konten utama

Brigade Hizbullah PBB Sampaikan Selamat Terpilih La Nyalla Sebagai Ketua DPD RI 2019-2024

BRIGADE HIZBULLAH PBB -- Brigade Hizbullah Partai Bulan Bintang menyampaikan ucapakan selamat atas terpilihnya La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua DPD RI terpilih untuk periode 2019-2024.

Sebagaimana dikutip dari akun pengurus Brigade Hizbullah PBB.

Dukungan kader Partai Bulan Bintang sudah terbentuk saat kampanye di Jawa Timur.

La Nyalla juga mempunyai kedekatan dengan PBB.



-------------------

Dukungan terhadap Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai anggota DPDRI dari Jatim di Pemilu 2019 terus mengalir. (baca)

Kali ini dukungan langsung diberikan oleh KH. Muqoddas Murtadlo, Wakil Ketua Majelis Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), ketika La Nyala bersilaturrahmi ke kediaman KH. Muqoddas Murtadlo di Malang, Minggu (14/10/2018).

“Bismillah Pak Nyalla,kalau sampean ikhlas Insya Allah jadi, dan harus jadi, kami bantu dengan kekuatan kami, semoga Pak Nyalla senantiasa diberi kelancaran segala urusannya,  dan jika Allah berkehendak, maka Pak Nyalla bisa jadi Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah pemilihan Jawa Timur. Semua sudah menjadi ketentuan Allah,” kata KH. Muqoddas Murtadlo, disela menerima La Nyala ketika bersilaturrahmi di kediamannya.

KH. Muqoddas Murtadlo berharap, apabila terpilih menjadi Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  2019 nanti, La Nyalla bisa menjalankan tugas sebagai senator  yang amanah dan bisa mengayomi  serta mampu mensejahterakan masyarakat Jawa Timur.

Sementara itu, La Nyalla sendiri mengaku pertemuan dengan KH. Muqoddas Murtadlo sangat menyejukkan hati. Apalagi KH Muqoddas sangat ramah menyambut kedatangannya.

“Saya berterima kasih kepada KH. Muqoddas Murtadlo  yang telah mendukung penuh dan mendorong saya untuk maju menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia  (DPD – RI), namun saya tetap ber ikhtiar dan memohon kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afghanistan dan Akses Pasar Global Melalui Laut

Pemerintahan IEA Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan menghadapi tantangan terbesar sejak pengambilalihan Kabul pada 2021, yakni keterisolasian geopolitik. Sebagai negara yang terkurung daratan, Afghanistan tidak memiliki jalur laut sendiri untuk perdagangan internasional. Kondisi ini membuat Afghanistan bergantung pada negara tetangga, terutama Pakistan dan Iran, dalam hal akses ekspor dan impor. Namun, hubungan yang dinamis dan penuh ketegangan dengan kedua negara itu membuat Kabul terus mengembangkan opsi baru. Salah satu kemungkinan yang mulai diperbincangkan adalah peluang Afghanistan masuk dalam orbit pakta pertahanan Saudi–Pakistan. Pakta tidak tertulis ini sejatinya sudah terjalin selama puluhan tahun. Pakistan sering mengirim pasukan untuk melatih militer Arab Saudi, sementara Saudi berkali-kali menyelamatkan perekonomian Pakistan dengan bantuan finansial besar. Kabul melihat celah bahwa jika mereka bisa menempatkan diri di dalam kerangka kerja ini, akses ke l...

BriHiz Dukung Pencalonan YIM Kembali Jadi Ketum PBB

FB Yusril Ihza Mahendra mendapat banyak dukungan untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang pada periode berikutnya. Dukungan itu muncul karena YIM dinilai mampu membawa PBB sebagai pemenang di #Pilpres2019 dengan mengusung Jokowi-Maruf Amin sesuai dengan amanat Rakornas 2019. Namun, beredar kabar angin bahwa YIM belum menyatakan kesediaannya untuk dipilih kembali. Informasi tersebut diungkapkan oleh politisi PBB, Novi Hariyadi di akun Facebooknya. "Sudah Saya Sampaikan Bahwa Sampai Saat Ini Bang YIM Belum Bersedia Maju Lagi Dalam Bursa Ketua Umum Pada Periode Selanjutnya...Beliau Bilang "Mau Istirahat"...Udah Capek Ngurusin Partai...," tulisnya. YIM memang pernah mengungkapkan hal tersebut di pertemuan Caleg DPR beberapa waktu lalu. Saat itu, politisi PBB, Yusran Ihza Mahendra yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa dirinya siap memimpin PBB di masa mendatang dengan bercanda biasanya setelah Yusril ada Yusran sesuai dengan kutipan aya...

Peluang Damai Abadi Usai Gempa Myanmar

Bencana alam yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 menyisakan luka mendalam di tengah situasi negara yang memang belum stabil. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo itu meluluhlantakkan wilayah sepanjang jalur patahan Sagaing, memporakporandakan ribuan rumah, sekolah, tempat ibadah, serta infrastruktur vital. Data resmi menyebutkan lebih dari 3.700 orang tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Di balik derita itu, junta militer Myanmar mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sementara hingga akhir Mei 2025. Langkah ini diklaim demi memfasilitasi proses bantuan kemanusiaan, rekonstruksi, serta membangun dasar bagi perdamaian yang lebih kokoh di negara yang sudah puluhan tahun dilanda konflik bersenjata antar etnis dan kelompok politik. Namun, sejarah Myanmar mencatat bahwa gencatan senjata sementara semacam ini bukan hal baru. Sebelumnya, perjanjian serupa sering dimanfaatkan pihak militer untuk sekadar meredam tekanan domestik dan internasional di tengah situasi kri...